Senin, 27 Februari 2012

Puisi Karyaku

  Bukan Sahabat Sejati

Sahabat…
Kau terkadang  bisa  membuatku  senang…
Tapi  kau   juga bisa membuatku  terluka…
Dikala  aku  senang,…
Dikala  aku  sedih,…
Hanya kepadamu tempatku untuk bercerita…..
Sahabat…
Kenapa  engkau  dulu bisa  hadir  dalam hidupku…?
Kenapa engkau sekarang membuatku menangis…?
Begitu mudahnya kau melupakan persahabatan kita…
Sia-sia  persahabatan yang  telah  kita bina lamanya
Selamat tinggal sahabat sejatiku…



MALAM


Mataharipun  telah tiada
Sekarang  digantikan oleh Bulan
Bintang-bintang yang berkedip……
Selalu menerangi malam
Cahayamu selalu indah
Keindahanmu selalu memancar
Malam datang hatikupun senang
Meskipun sangat sunyi……
Karna kaulah bagian dari keindahan hidup
Yang bagaikan malaikat hidupku……
Oh…… Indahnya malam


 
BENCANA ALAM

Ketika Tuhan sudah  memberi tandanya
Kepada kita semua……
Semua orang menghiraukannya
Sekarang………
Seluruh isi dunia telah hancur
Gunung – gunung meletus
Laut menumpahkan airnya
Bumi mulai bergoyang-goyang
Tapi masih tak banyak orang yang sadar
Bahkan mereka masih tetap melawan
Tuhan…
Kuberharap hentikan marahmu
Melalui bencana-bencana besar ini
karena kasihan mereka orang yang tak bersalah
Dan orang yang ingin memperbaiki kesalahannya





Aku Tak Ragu



Tuhan ………
Aku yakin dengan segala kasih sayang-Mu
Aku juga percaya dengan semua keadilan-Mu
Namun mengapa ………?
Aku lupa akan semua cinta-Mu itu
Padahal  kau pasti selalu menyayangiku
Tapi , aku tak tahu balas budi kepada-Mu
Dan kurang bersyukur kepada-Mu
Selalu berharap yang lebih-lebih
Tuhan……
Andaikan aku bertobat kepada-Mu
Tentu Engkau mau menerima tobatku
Namun  telah  banyak dosa yang kulakukan
Aku tahu tangisku tak berarti bagi-Mu !!
Kini biarlah aku merenungi semuanya
Tapi, aku yakin dan tak ragu
Akan semua ampunan-Mu, Tuhan…………




Hujan


Hujan turun dengan deras ……
Menyirami halaman depan rumahku
Yang selama ini gersang
Karna  musim kemarau panjang
Rerumputan kembali tumbuh hijau
Sungai kecil mulai terisi airnya
Tanah yang kering sekarang menjadi basah
Udara pagi terasa hingga siang
Suasanapun jadi  sejuk……
Menjadikan hati ini riang
Badan yang lelah menjadi segar kembali
wajah – wajahpun menjadi bersinar
seakan hidup tak ada cobaan sebelumnya

 
IBU


Ibu……
Kau adalah wanita yang telah melahirkanku
Telah merawatku
Dan mendidikku sampai dewasa
Ibu……
Kau adalah wanita yang penuh perhatian
Kau adalah wanita yang sangat sabar
Kau berikan kasih sayang kepadaku dengan tulus
Kau tidak pernah lelah untuk menjagaku
Ibu……
Terkadang aku selalu merepotkanmu
Terkadang aku selalu menyusahkanmu
Hingga kau menangis
Maafkan aku ibu……
Jasamu tidak bisa kubalas
Karna aku hanya bisa berdoa untukmu
Hanya tangisku sebagai saksi
Atas rasa cintaku padamu…




SAHABAT  SEJATI



Sahabat…………
Banyaknya cerita
Dalam setiap kehidupanku
Bersamamu………
Untuk selalu mengisi hatiku
Dan hari-hariku……
Yang dijalani bersama-sama
Dalam suka maupun duka
Sahabat………
Aku tak ingin sendirian
Ku juga tak ingin berpisah darimu
Karna ku ingin kau……
Sebagai penerang hidupku


AYAH

Ayah……
Aku tak mampu membalas semuanya
semua yang kau lakukan untuk hidup kami
semua yang kau berikan kepada kami
Ayah…
Kasih sayang mu takkan mampu tergantikan orang lain
Perhatian yang kau berikan kepada kami takkan pernah kami lupakan
Kadang kami tak pernah menghargai semua yang kau berikan
Ayah……
Izinkanlah kami menjadi anak yang berbakti kepadamu
Anak yang tak melupakan kasih sayangmu
Izinkanlah kami untuk membahagiakanmu
Meskipun kami sadar
itu semua tidak bisa membayar semua yang telah kau berikan
dan kami sadar, nyawapun takkan mampu membalas semuanya…
Terima kasih ayah…


Tidak ada komentar:

Posting Komentar